BAB I
KENALILAH DIRIMU
KENALILAH DIRIMU
A. Pengertian Mengenal Diri
Manusia merupakan sebuah pertanyaan besar baginya sendiri. Ada ungkapan yang mengatakan “manusia sebuah misteri”. Ungkapan ini ada benarnya karena dalam ungkapan tersebut terkandung pengertian bahwa manusia bukan sesuatu yang dapat habis atau selesai di bahas. Walaupum ada cukup banyak ilmu yang membahas manusia dari berbagai seginya, namun siapakah manusia itu tetap tak bisa terungkapkan seluruhnya.
“Mengenal diri” tidak dimaksud mengenal segalanya tentang diri, sebagaimana telah dikatakan bahwa hal itu tidak mungkin. Mengenal diri disini lebih baik dimengerti sebagai suatu keberhasilan seseorang memahami hal-hal pokok dan penting realitas dirinya, baik dasi segi fisik maupun psikis, serta hal-hal penting lain yang berkaitan dengan itu sebagaimana dialami dalam kehidupan nyata sehari-hari. Pemahaman ini merupakan landasan penting bagi penentuan atau pengambilan sikap yang tepat dan benar dalam memandang dan memperlakukan diri sendiri.
Mengenal diri berarti : Memahami kekhasan fisiknya, kepribadian, watak dan tempramennya, mengenal bakat-bakat alamiah yang dimilikinya serta punya gambaran atau konsep yang jelas tentang diri sendiri dengan kekuatan dan kelemahannya.
B. Manfaat dan Tujuan Mengenal DIri
Tujuan atau manfaat mengenal diri harus dikaitkan dengan tugas mulia manusia untuk mengembangkan dirinya. Cara berada khas manusia adalah bereksistensi, yang secara terus-menerus berada dalam proses menjadi diri sendiri. Manusia adalah sesuatu yang “sudah” dan sekaligus “belum”, yang “factual” dan yang “potensi” ; sesuatu realitas yang masih harus dibentuk terus-menerus, tanpa henti, tanpa akhir.
Disamping kenyataan faktualnya yang sekarang, manusia terbuka untuk banyak kemungkinan (potensial) dimasa depan. Kita sedang berada pada satu titik dalam rentangan yang panjang antara yang sudah dan belum, antara masa lalu dan masa depan. Dalam rangka mewujudkan yang masih potensial itu, disitulah manusia berperan. Maka bagaimana wujudnya, kecepatannya, mutunya, dan sebagainya, sangat ditentukan oleh peran yang dimainkan seseorang dalam merealisirnya.
C. Cara Mengenal Diri
Mengenal diri tidak lepas dari usaha yang disengaja, seperti yang sedang kita lakukan sekarang ini. Kita dapat mengenal diri sendiri dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan bantuan teman dan pengalaman beraneka ragam tentang diri sendiri dalam beradaptasi dengan lingkungan.
1. Melalui sejarah perkembangan diri
Kita dapat mempelajari uraian mengenai sejarah perkembangan manusia, seperti evolusi perkembangan fisik manusia. Di situ kita mendapat pemahaman tentang banyak hal mengenai diri kita, bukan hanya menyangkut perkembangan fisik manusia melainkan juga perkembangan peradabannya, sebagai hasil dari perpaduan perkembangan baik fisik maupun psikisnya.
2. Melalui penelusuran bakat dan kepribadian
Kita juga dapat mengenal diri melalui cara penelusuran bakat dan kepribadian. Terdapat tipe kepribadian dengan cirri-cirinya yang khas. Setiap orang, selain merupakan perpaduan dari berbagai tipe, juga memiliki sifat-sifat tertentu yang dominan sehingga dapat digolongkan pada tipe tertentu. Sifat-sifat khas ini akan mewarnai penampilan seseorang dalam hidupnya, menyertai seseorang dalam berhadapan dengan lingkungannya, kejadian-kejadian yang melibatkannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Begitu juga sifat-sifat ini dapat ikut menentukan keberhasilan dan kegagalan seseorang. Melalui metode penelusuran bakat, seseorang dapat dengan baik mengetahui bakat-bakat dominannya, yang sering menjadi pedoman dalam penerimaan tugas serta tanggungjawab yang akan diembannya.
3. Melalui pengalaman sehari-hari
Pengalaman_pengalaman nyata juga dapat menjadi jalan untuk mengenal diri sendiri. Kesabaran atau ketidak sabaran dalam antrian, kesediaan untuk melangkah, kegigihan dalam mewujudkan cita-cita, ketekunan dalam tugas, kesetiaan menepati janji, kepekaan terhadap lingkungan, dan sebagainya. Kita dapat melihat diri sendiri dengan meninjau kembali pengalaman-pengalaman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
4. Melalui kebersamaan dengan orang lain
Kita dapat juga mengenal diri sendiri melalui kebersamaan dengan orang lain. Kita dapat meneropong dengan membandingkannya dengan orang lain. Dengan itu kita dapat melihat persamaan dan perbedaan kita dengan orang lain, yang sekaligus memperlihatkan kekhususan diri kita.
5. Melalui kaca mata orang lain
Selain beberapa cara yang telah dikemukakan, kita juga dapat mengenal diri melalui “kaca mata” orang lain, teman, sahabat, dan orang-orang lain yang dekat dengan kita, mengenai bagaimana kesan dan penilaian mereka terhadap diri kita. Kadang-kadang orang lain lebih objektif mengenal diri kita daripada kita sendiri.
6. Melalui refleksi pribadi
Cara yang tidak kalah baiknya untuk mengenal diri sendiri adalah dengan melakukan refleksi pribadi tentang diri sendiri. Cara ini bisa dilakukan kapan kita mau, kapan kita bisa ambil waktu khusus tanpa mengganggu jadwal penting yang lain. Ada cukup banyak orang yang melakukan hal ini dalam bentuk retret atau rekoleksi, tafakur atau bentuk kegiatan rohani lainnya. Terserah mana yang dirasa paling cocok untuk diri sendiri.
D. Tanda Pengenalan Diri
Orang yang sudah semakin baik mengenal tentang dirinya, dia mempunyai gambaran yang semakin jelas tentang dirinya. Ketika dia merenungkan sekali lagi pertanyaan “Siapakah Aku”, dia langsung punya gambaran dalam hatinya tentang siapakah dia dengan berbagai kekuatan dan kekurangan di dalamnya. Bahkan seandainya dia mau atau diminta, dia dapat menetapkan simbol dirinya. Artinya, dia dapat mengibaratkan dirinya sebagai sesuatu yang dalam banyak hal memiliki “kesamaan” dengan dirinya (walau diri kita tetap tidak identik dengan simbol itu sendiri).
Pada topic terakhir nantinya (topic V) dari pokok bahasan pertama (Mengenal Diri Sendiri), sesudah mengikuti berbagai pendalaman pengenalan diri sebagaimana dituntun melalui berbagai aktifitas yang dikembangkan dalam setiap topik, kita diharapkan memiliki gambaran atau konsep yang semakin jelas tentang diri kita sendiri. Berdasarkan pengenalan yang semakin baik itu kita dapat menentukan simbol diri kita, dapat mengibaratkan diri kita dengan suatu hal, yang pengamatan kita, sesuatu itu “menyerupai” diri kita (walau simbol itu sendiri tetap bukanlah diri kita).
E. Bahan Refleksi Pribadi
Kita tidak terlalu berhasil mengenal diri sendiri dengan baik. Kadang orang lain lebih objektif melihat dan menilai diri kita dari pada kita sendiri. Coba cari tambahan pemahamanmu tentang dirimu sendiri, dengan menanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan anda tentang apa kesan atau penilaian mereka tentang diri anda sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar